Senin, 16 Mei 2016

PAYROLL 4.0 ----- Support BPJS

Perusahaan yang berkembang dengan semakin banyak karyawan akan mulai mengalami kesulitan pengelolaan. Anda membutuhkan program Bamboomedia PAYROLL 3.0  yang sudah di sempurnakan fitur dengan tampilan fullview dan kecepatan akses jaringan yang baik. Bamboomedia PAYROLL 3.0 didesain untuk memberikan solusi praktis perusahaan anda. Pastikan perusahaan menggunakan solusi ini demi kemudahan bisnis dan pengelolaan karyawan sebagai aset terpenting  perusahaan anda. Proses gaji bulanan yang rumit dan membosankan kini bisa anda lakukan dengan cepat, tepat, dan menyenangkan.


Kini diperbaharui dengan adanya Fitur BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.  Untuk mendapatkan Fitur BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan silahkan download Trial Payroll 4.0 pada link :

Fitur :
Setting Hari Kerja, THR, Cuti Karyawan, Shift Kerja ( Hingga 3 Shift), Tunjangan Masa kerja, PPh 21, Manajemen Data karyawan, Manajemen Shift kerja Karyawan, Absensi Otomatis ( menggunakan bercode/Scaner, absensi Manual, Finger Print), Pinjaman/kasbon, Pembayaran gaji, Pembayaran Uang saku, pembayaran THR, Pembeyaran biaya-biaya lain-lain, History karyawan, Evaluasi Karyawan, Surat tugas, Laporan – laporan ( termasuk cetak formulir pph 21).

Telah support untuk mesin Fingerprint merk :
BIOFINGER Seri AT-300, AT-800, AT-550 dan AF-300, AF-402
SOLUTION Seri X100-C,X102-C,X103, X103-C


Untuk Informasi detail tentang Program Aplikasi & Request Demo Hubungi :

PT. BAMBOOMEDIA CIPTA PERSADA
Jalan Merdeka No. 45 Renon, Denpasar – Bali
Telp. 0361-265521

Kontak Marketing kami :
HP/WA : 0822 3682 3863 / BBM: 7E7FB2E5
HP/WA : 0812 4055 5900 / BBM: 7FA8146B
HP/WA : 0812 2020 0511 / BBM : 53F69D76

Kunjungi WEBSITE kami untuk melihat produk-produk lainnya di : www.bamboomedia.net

Kini produk-produk BAMBOOMEDIA bisa di ORDER via :

        

Kamis, 12 Mei 2016

SOFTWARE PENUNJANG BISNIS ANDA

Kebanyakan toko – toko seperti toko baju, toko accesories, toko bangunan dan bahkan toko retailpun masih ada yang menggunakan mesin kasir biasa untuk bertransaksi dengan pelanggan. Dimana laporan keuangan masih ditulis manual tanpa terkomputerisasi sedikitpun. Mungkin kalau untuk toko yang tidak begitu ramai tidak jadi masalah jika harus bertransaksi secara manual, perhitungan laba rugi secara manual. Tapi, tahukah anda bahwa meskipun itu adalah toko kecil tapi jika anda bisa mengelola keuangan anda seperti yang dilakukan oleh para akuntan maka anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Kenapa ? Karena dengan menggunakan akuntansi anda bisa menghindari kebocoran keuangan yang akan membawa usaha anda ke lubang kebangkrutan.


Selain software penjualan, masih banyak software yang dapat menunjang bisnis anda seperti : Akuntansi untuk keuangan, Payrol untuk Penggajian Karyawan, Hospital Expres Untuk Klinik. Kami juga memiliki cd tutorial untuk anak - anak. Silahkan kunjungi web kami untuk melihat produk kami di : www.bamboomedia.net
Jika anda berniat memasang software untuk membantu bisnis anda silahkan hubungi kami di
WA : 082236823863
PIN BB : 7E7FB2E5

Kamis, 10 September 2015

11 PILAR PENGELOLAAN KARYAWAN YANG SERING DILALAIKAN PENGUSAHA

 
Sebagian besar dari kita selalu merasa sakit kepala jika sudah dihadapkan pada cara mengelola karyawan. Padahal yang membutuhkan jasa karyawan ya kita sendiri. Jika karyawan sulit diatur atau tidak bekerja semestinya, berarti ada sesuatu yang salah pada manajemen perusahaan kita. Hal yang paling mudah ditemukan adalah tidak adanya sistem pengelolaan karyawan yang memadai.
Dibandingkan dengan sistem produksi, sistem pemasaran atau sistem keuangan, sistem pengelolaan karyawan memang dapat dikatakan lebih njlimet. Ini dapat dimaklumi mengingat yang diatur adalah manusianya.

1. Membuat Visi & Misi Usaha
Karyawan adalah orang yang asing bagi usaha kita. Mereka masuk ke perusahaan kita dengan tujuan untuk bekerja, tidak mengetahui sama sekali maksud dan tujuan kita mendirikan usaha itu. Jika kita tidak memiliki visi dan misi yang dapat dibaca dan dimengerti para karyawan kita, maka mereka hanya akan bekerja menuruti perintah kita saja tanpa pernah berusaha bekerja untuk mencapai tujuan sebenarnya yang kita inginkan. Sebuah usaha tanpa visi dan misi ibarat seorang sopir yang membawa kendaraannya tanpa tahu pemberhentian selanjutnya.
2. Membuat Struktur Organisasi Usaha
Bisnis tidak sama dengan dagang. Dagang bisa kita tangani sendiri, namun bisnis memerlukan organisasi bisnis. Supaya teratur, organisasi bisnis tersebut perlu dibuatkan struktur organisasinya. Struktur organisasi itu bisa dibuat yang paling sederhana hanya terdiri dari 3 orang sampai struktur organisasi perusahaan besar yang melibatkan ratusan orang didalamnya. Struktur organisasi usaha memperjelas posisi/kedudukan karyawan dan garis komandonya. Tujuannya adalah efektifitas kinerja masing-masing karyawan.
3. Membuat Deskripsi Pekerjaan Karyawan
Jika posisi karyawan sudah ditentukan dalam struktur organisasi usaha, maka langkah selanjutnya adalah membuat deskripsi pekerjaan karyawan. Pada usaha kecil dan menengah seringkali pekerjaan karyawan tidak jelas, mereka mengerjakan apa saja yang kita perintahkan. Dalam jangka pendek, mungkin hal ini menguntungkan kita. Namun dalam jangka panjang pada saat perusahaan kita mulai besar, akan menimbulkan ketidakprofesionalan kinerja. Jadi susunlah deskripsi pekerjaan karyawan dan buatlah mereka paham sehingga mampu menerapkan dalam pekerjaannya sehari-hari.
4. Membuat Peraturan Perusahaan
Banyak usaha yang didirikan dan dibesarkan oleh pemiliknya hanya mengikuti arus air mengalir saja. Usaha-usaha seperti ini cenderung sulit berkembang karena hambatan manajerial. Untuk itulah kita sebagai pemilik harus tanggap untuk mulai mengatur internal perusahaan kita. Tulis saja batasan-batasan apa saja yang harus dipatuhi karyawan. Lama kelamaan tulisan kita ini akan membentuk peraturan perusahaan. Tujuannya adalah untuk mengatur kinerja karyawan dan mengarahkan kinerja mereka untuk mencapai visi dan misi usaha kita.
5. Membuat Peraturan Disiplin Karyawan
Karyawan itu manusia biasa dari berbagai latar belakang. Di Indonesia, etos kerja dan kedisiplinan menjadi penghambat utama kemajuan. Mayoritas karyawan hanya menunggu gaji bulanan dan seringkali mengabaikan kewajiban. Untuk itulah diperlukan aturan disiplin karyawan. Tujuannya adalah supaya kita tidak rugi menggaji mereka dan mereka bisa memanfaatkan waktu kerja yang tersedia untuk menghasilkan karya. Tanpa aturan disiplin ini, kita akan kesulitan mengatur karyawan jika jumlahnya lebih dari 10 orang.
6. Membuat Kontrak Kerja Karyawan
Jangan pernah mengangkat karyawan tetap kalau kita sendiri tidak bisa menjamin produktifitas karyawan tersebut. Produktifitas kita itu makin lama makin menurun. Padahal produktifitas perusahaan makin lama harus makin meningkat. Disinilah diperlukan sarana untuk mengikat produktifitas karyawan tersebut dengan kontrak kerja karyawan. Tanpa kontrak kerja, kita akan kesulitan memisahkan hak dan kewajiban mereka, khususnya yang berkaitan dengan produktifitas dan gaji (kesejahteraan karyawan).
7. Membuat Sistem Penghargaan & Hukuman (Reward & Punishment)
Peraturan disiplin saja tidak cukup untuk menghasilkan kinerja yang luar biasa produktif. Di Indonesia ada pemeo yang mengatakan bahwa aturan itu dibuat untuk dilanggar. Supaya perusahaan tidak merugi, buatlah sistem penghargaan dan hukuman yang jelas. Karyawan yang produktif sesuai target perusahaan akan mendapatkan reward. Sedangkan karyawan yang tidak produktif atau melakukan pelanggaran/kejahatan akan mendapatkan punishment. Kejelasan reward & punishment ini mampu mendongkrak produktifitas karyawan.
8. Membuat Sistem Promosi & Demosi
Bekerja terus menerus pada satu bidang dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan kejenuhan. Kejenuhan awal dari menurunnya produktifitas. Untuk menghindari hal ini perlu dibuat sistem promosi atau demosi. Promosi diberikan kepada karyawan yang berprestasi tinggi dan banyak menyumbangkan keuntungan bagi perusahaan. Sedangkan demosi diberikan kepada karyawan yang produktifitasnya rendah. Promosi dan demosi berkaitan langsung dengan struktur organisasi perusahaan.
9. Membuat Sistem Regenerasi & Kaderisasi
Kita makin lama makin tua dan akhirnya akan mati. Apakah jika kita tua dan mati perusahaan kita ikut-ikutan mati? Kita semua berharap usaha kita akan hidup dalam jangka panjang. Untuk itu perlu dibuat system regenerasi dan kaderisasi karena keturunan kita sendiri belum tentu becus menjalankan usaha yang sudah kita rintis dengan susah payah.
10. Membuat Sistem Gaji & Kesejahteraan Karyawan
Jika kita berpikir bahwa karyawan kita patuh pada kita dan akan menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka kita keliru. Yang ada di kepala karyawan itu adalah kapan gajian, kapan gajinya naik, dan kapan dapat bonus diluar gaji! Gaji adalah hal yang utama bagi karyawan. Untuk mendapatkan produktifitas mereka, kita harus mampu memenuhi harapan mereka akan gaji dan kesejahteraan karyawan. Kita harus mampu membuat sistem gaji dan kesejahteraan yang dinamis mengikuti produktifitas dan pertumbuhan perusahaan. Cara ini sangat elegan karena baik perusahaan, pengusaha maupun karyawan sama-sama diuntungkan.
11. Membuat Prosedur Standar Operasi (SOP)
Turn over karyawan tidak dapat dihindari. Kesulitan utama pada saat terjadinya turn over karyawan adalah merekrut tenaga kerja baru dan melatihnya dari nol lagi. Jika hal ini terlalu sering terjadi, maka usaha kita tidak akan bertumbuh. Kita harus menciptakan sebuah system mampu mempertahankan produktifitas meskipun karyawannya berganti. Inilah yang disebut Standard Operating Procedure (SOP). Dengan menggunakan SOP, kita dapat menghemat waktu untuk melakukan perekrutan dan pelatihan karyawan dan dijamin karyawan yang baru dapat menghasilkan karya yang diinginkan perusahaan.


CATATAN :
Artikel ini ditulis Suryono Ekotama pada bulan Januari 2009 & pernah dikirimkan ke Majalah MitraSukses. Artikel ini telah mengalami re-editing pada tanggal 31 Agustus 2009. Publikasi dalam website ini bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan tentang trik & strategi bisnis kepada siapapun dan dimanapun berada untuk memajukan bangsa Indonesia.


Selasa, 08 September 2015

Menjaga Motivasi Karyawan




Salah satu kunci penting memotivasi karyawan adalah menghindari tindakan-tindakan yang membunuh motivasi karyawan. Ini berarti, memotivasi karyawan tidak cukup hanya dengan mendorong karyawan berperilaku motivatif, tetapi juga menjaga diri anda, sebagai seorang manajer, untuk tidak melakukan sesuatu yang dapat mematahkan semangat karyawan. Sikap negatif anda dapat menghalangi sesuatu positif dari orang lain.

Ada banyak hal yang dapat mengendurkan motivasi karyawan. Yang terpenting berasal dari anda sendiri. Berikut beberapa tips beberapa tindakan yang perlu anda ingat-ingat, karena bila tidak, anda dapat menjatuhkan motivasi karyawan.

1. Jangan mengkritik karyawan di hadapan orang lain.

Ini adalah pembunuh motivasi nomor satu. Jangan permalukan karyawan di hadapan orang lain. Meski anda mengatakan sesuatu yang menurut anda benar, namun mengkritiknya di depan umum, dapat melukai perasaannya. Kritik anda dapat meninggalkan bekas luka dalam yang mengubah motivasi menjadi sakit hati dan dendam berkepanjangan.

2. Jangan menghina/merendahkan karyawan.

Melontarkan kata-kata seperti, "bodoh", "goblok", atau kata-kata penuh hinaan lain adalah tindakan yang harus dihindari jauh-jauh. Berhati-hatilah dengan perkataan anda. Jangan sepelekan orang lain. Mereka takkan melakukan sesuatu yang anda inginkan dengan baik jika anda sendiri menganggap mereka tidak becus.

3. Jangan menganggap karyawan sebagai alat.

Sebagai manajer, anda memang menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan. Namun, jika anda bersikap seolah-olah memperalat karyawan demi tujuan anda sendiri, anda akan kehilangan simpati dan motivasi karyawan untuk mau bekerja pada anda. Libatkan karyawan pada tujuan bersama. Tunjukkan bahwa anda bersama mereka sedang mencapai tujuan demi keberhasilan bersama.

4. Jangan berlaku tidak adil.

Adalah wajar jika anda senang pada karyawan-karyawan terbaik anda. Namun itu bukan alasan untuk berlaku tidak adil. Perlakuan diskriminatif mudah sekali menjatuhkan semangat seluruh karyawan. Terlebih lagi bila anda tak sadar sedang "dijilat" oleh karyawan yang anda sukai.

5. Jangan hanya memikirkan diri sendiri.

Bagaimana perasaan anda saat mendengar atasan membanggakan dan memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Anda mungkin merasa direndahkan secara tak langsung. Atau anda mungkin merasa atasan anda sedang mengambil keuntungan dari anda. Maka, itu pulalah yang dirasakan oleh karyawan anda jika anda hanya berpusat pada diri sendiri dan tak memberikan perhatian pada mereka.

6. Jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan.

Karyawan membutuhkan sebuah keputusan yang tegas, segera, namun bijaksana dari atasannya. Jika anda tampak bimbang dengan keputusan anda sendiri, karyawan akan merasa lebih bimbang lagi. Ini cepat sekali menjegal motivasi. Bukan hanya itu, mereka mungkin tak lagi mempercayai kemampuan diri mereka sendiri juga anda.

7. Jangan melemparkan tanggung jawab.

Tugas manajer adalah membimbing karyawan agar lebih baik dan berhasil. Salah satunya adalah dengan mendelegasikan wewenang. Tapi itu bukan berarti anda terlepas dari tanggung jawab atas tugas tersebut. Melemparkan tanggung jawab dapat meruntuhkan kepercayaan mereka pada anda sebagai seorang pemimpin. Di saat-saat sulit, tunjukkan tanggung jawab anda. Ini menumbuhkan hormat pada anda.

8. Jangan kaku, namun jangan turunkan standar kualitas anda.

Situasi tidak selalu berjalan sebagaimana diharapkan. Anda harus bersikap tegas, namun jangan diartikan sebagai sikap kaku. Terbuka dan terimalah masukan-masukan dari karyawan anda. Namun, anda tetap harus menjaga standar kualitas yang anda inginkan. Jika anda toleran terhadap sebuah kelemahan, anda menurunkan moral karyawan lain yang memiliki inisiatif tinggi.

9. Jangan menunjukkan ketidakpercayaan.

Kunci memotivasi orang adalah memberikan kepercayaan pada mereka. Sebaliknya, mematikan motivasi karyawan paling mudah dilakukan dengan mencabut kembali kepercayaan itu. Sepatah ucapan yang menunjukkan ketidakpercayaan sudah cukup untuk menyingkirkan motivasi mereka.

10. Jangan acuh tak acuh pada karyawan.

Jika anda ingin meruntuhkan motivasi karyawan, jangan berikan perhatian apa pun pada mereka. Jangan beri umpan balik. Jangan ingat kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka. Jangan berikan waktu bagi mereka untuk berbincang-bincang. Jauh lebih mudah mematahkan semangat, ketimbang membangunnya. Untuk itu, hindari hal-hal yang bisa membunuh motivasi karyawan. Dan itu, berarti menjaga tindakan anda sendiri.

Semoga bermanfaat!!

Have a positive day!

Senin, 31 Agustus 2015

Mengelola Karyawan Dengan Baik

Mengelola orang  lebih banyak seninya dibandingkan dengan   ilmu. Tidak ada rumus rahasia atau seperangkat aturan untuk diikuti . Seperti seni sejati, dibutuhkan gaya pribadi dan komitmen tanpa henti untuk mengembangkan seni itu.


Berikut beberapa trik atau tipsnya:
1.       Bebaskan pikiran Anda dari kata manajer dan menggantinya dengan pemimpi.
Pemimpin tidak memerlukan gelar atau promosi, mereka adalah orang-orang yang menginspirasi dan memotivasi tanpa memperhatikan pengaturan atau tim.
2.       Pertahankan  rasa humor yang baik.
Ini membuat Anda didekati dan membantu Anda menjaga perspektif. Jangan membuat diri Anda  terlalu serius. Pada suatu waktu, semua orang menempatkan celana mereka pada satu kaki.
3.       Ingat bahwa direct report  Anda adalah orang.
Mereka bukan resources  dan mereka bukan human capitol. Mereka adalah orang dengan keluarga, perasaan, dan masalah. Hal ini tidak memungkinkan mereka  bekerja terpisah dari kehidupan rumah. Sadarilah bahwa orang memiliki kehidupan pribadi dan melakukan yang terbaik,  Anda harus bisa peka terhadap mereka. Perlakukan semua orang dengan sama terlepas dari gelar  atau posisi mereka. Ingatlah untuk banyak tersenyum dan selalu mempertahankan sikap yang menyenangkan.
4.       Tahu kekuatan dan kelemahan.
Mengetahui kekuatan tim Anda serta kelemahan dan sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan.
5.       Memiliki rencana yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan.
Jika gagal untuk merencanakan, Anda sudah berencana untuk gagal. Tetapkan tujuan jangka panjang dan pendek.
6.       Menjadi penentu.
 Ketika ditanya  pendapat Anda, Anda harus memiliki itu setelah dipikirkan dengan baik dan menyampaikannya secara persuasif. Anda tidak harus wafel atau stall baik untuk keputusan besar, menetapkan tenggat waktu, dan memiliki keputusan {cepat] pada saat itu. Jika seseorang menawarkan sebuah argumen yang meyakinkan Anda untuk mengubah keputusan, akui  dan rangkul ide baru sepenuhnya.
7.       Komunikasikan harapan Anda.
Tempatkan itu, jika memungkinkan, dalam tulisan kepada mereka. Kumpulkan umpan balik dari orang-orang yang Anda pimpin. Tahu apa yang mereka harapkan dari Anda. Tunjukkan setiap perbedaan langsung dan jelas.
8.       Memiliki pemahaman yang jelas dalam pikiran Anda sendiri mengenai hal-hal yang dapat Anda ubah  dan hal-hal  yang  tidak bisa.
Pusatkan semua upaya Anda pada hal-hal yang dapat Anda ubah. Orang yang selalu  berorientasi pada aksi  dicari dan sukses.
9.       Ingatlah bahwa untuk memotivasi orang yang bebreda  dengan hal yang berbeda  dan  orang akan melakukan apa dapat dilakukan miliki insentif.
Ini adalah tugas Anda untuk memastikan bahwa insentif mereka sesuai dengan tujuan Anda.
10.   Menjaga kepercayaan setiap orang dalam organisasi.
Manajer sering memiliki akses ke informasi lebih banyak dari karyawan lain. Sangat penting bahwa Anda tidak pernah mengkhianati kepercayaan dari perusahaan, manajer Anda, rekan-rekan Anda, atau karyawan Anda. Pastikan bahwa orang bisa curhat dengan Anda.
11.   Jadilah Konsisten.
Tindakan dan reaksi Anda harus konsisten. Anda jangan   menjadi tipe manajer yang inginnya  setiap orang  bertanya  tentang suasana hati  Anda sebelum mereka mendekati Anda dengan masalah.
12.   Menjadi fleksibel sangat penting dan jangan bertentangan dengan konsisten.
Anda harus tetap fleksibel untuk mengubah arah, mengubah aturan  , dan mengubah  sumber daya agar tetap kompetitif.
13.   Hanya fokus pada solusi,  bukan pada masalah.
Orang-orang tertarik ke arah solusi yang berorientasi ke individu.
14.   Hire perlahan dan bakar dengan cepat.
Anda berikan waktu  untuk mempekerjakan orang-orang berkualitas baik. Mewawancarai orang-orang dan melakukan pengecekan latar belakang menyeluruh. Ketika Anda mempunyai orang yang memiliki kepribadian mengganggu atau orang  gagal untuk melakukan yang Anda butuh ambil  langkah untuk menyingkirkan mereka secepat mungkin.


sumber : http://manajemen.bisnis.com/read/20130719/56/151764/14-kiat-mengelola-karyawan-atau-orang

Senin, 24 Agustus 2015

Semua Jadi Mudah dan Cepat dengan Software Penggajian (Payroll)

Apakah kantor tempat Anda bekerja saat ini sudah menggunakan software penggajian untuk mendukung sistem payroll dalam melakukan pembayaran gaji karyawan setiap bulannya ? Apakah Anda sudah memahami kata “payroll” itu ? Dan apa manfaat dari sistem payroll tersebut ? Payroll sendiri berasal dari kata bahasa Inggris, di mana artinya adalah daftar gaji. Jadi untuk sistem payroll bisa diartikan sebagai sebuah sistem administrasi penggajian yang secara rutin dilakukan dan bagian penting untuk sebuah perusahaan yang punya karyawan.
Payroll sendiri memang sangat jelas, yaitu sistem yang membantu dalam mengatur, mengelola, menghitung, dan sekaligus membantu dalam menentukan gaji setiap karyawannya. Selain itu sistem payroll juga bisa untuk digunakan sebagai metode dalam perhitungan untuk pajak penghasilan setiap karyawannya (PPH21). Jadi, cukup rumit bukan sistem payroll tersebut dan bayangkan jika itu dilakukan dengan manual. Oleh karena ini, kini banyak tersedia software penggajian karyawan yang bisa digunakan untuk lebih mempermudah sistem payroll tersebut.

Software penggajian sendiri tercipta dari adanya perkembangan sebuah metode administrasi manual berubah ke sistem administrasi yang lebih praktis, mudah, cepat dan modern. Software penggajian membuat sistem payroll terkomputerisasi dalam bentuk sebuah aplikasi penggajian atau disebut program penggajian. Dengan penggunaan aplikasi penggajian karyawan ini sangat efisien dan juga menguntungkan untuk perusahaan. Sebuah perusahaan tentu tidak dapat berkembang jika tanpa didukung penuh oleh sistem administrasi yang memadai.

Oleh karena itu, penggunaan software penggajian karyawan ini harus bisa dimanfaatkan secara maksimal, sehingga bisa memberikan kepuasaan karyawan akan besaran jumlah gaji yang sesuai dengan kinerja karyawan itu sendiri. Adapun manfaat lainnya dari penggunaan software penggajian karyawan ini diantaranya seperti

  • Proses pencatatan detail mengenai rekap gaji setiap karyawan akan tersusun rapih dan sesuai dengan kinerja karyawan tersebut. Mulai record absensi, rincian lembur, uang makan dan beberapa komponen lain ada dalam perhitungan gaji akan lebih terinci.
  • Laporan tentang informasi gaji seluruh karyawan bisa diupdate secara berkala dan terlihat lebih detail. Hal ini juga menyangkut dalam pengambilan keputusan untuk kenaikan gaji yang akan diterima setiap tahunnya.
  • Adanya software penggajian karyawan ini, slip gaji yang digunakan sebagai bukti pemberian gaji pun akan lebih mudah dalam proses pencetakan. Selain itu pencarian data slip gaji pun akan lebih mudah dicari karena sudah ter-record dengan baik dalam aplikasi tersebut.
  • Mengurangi kesalahan dalam perhitungan gaji. Bisa saja terjadi kesalahan dalam proses perhitungan gaji dikarenakan masih menggunakan sistem manual dan komponen yang masuk dalam hitungan cukup banyak.

 sumber : http://apuy-puye.com/pakai-software-penggajian-semua-jadi-mudah-dan-cepat/


    Kamis, 06 Agustus 2015

    7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif




    Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman?
    Siapa bilang kreativitias hanya milik orang muda?
    Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif?

    Menurut Carol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal? Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreativitas Anda.

    Hambatan 1: Rasa Takut

    “Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat?”
    “Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi, bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan.”
    Yah, rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it’ notes?


    Hambatan 2: Rasa Puas

    “Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman.” “Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan?”
    Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru.
    Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan mereka.


    Hambatan 3: Rutinitas Tinggi

    “Coba-coba yang baru?
    Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya.”
    Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan’ Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan- perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses).
    Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia?


    Hambatan 4: Kemalasan Mental

    “Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar.”
    “Memikirkan cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya, biarlah atasan saya saja yang memikirkannya.”
    Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru.
    Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperim en berikutnya?


    Hambatan 5: Birokrasi

    “Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?”
    Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusan yang lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.


    Hambatan 6: Terpaku pada masalah

    Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif.
    Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar didunia.


    Hambatan 7: “Stereotyping”

    Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita.


    Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya. Tetapi, orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka. Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas Anda? Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali kreativitas Anda. Kreativitas itu ibarat sebuah intan, semakin diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau?


    Source: Prof. Roy Sembel,
    Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara